Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel

Gejala Pusing Tujuh Keliling dan Cara Mengatasinya

Gambar
Merasa pusing? Berikut adalah tujuh alasan mengapa kepala terasa berputar dan bagaimana Anda bisa menghentikannya. Ketika sakit kepala datang tanpa alasan yang jelas, itu benar-benar bukan lelucon karena sakitnya dapat menurunkan kondisi tubuh, mata berkunang, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.  Kebanyakan anak kecil berpikir bahwa berputar-putar sangat menyenangkan, sampai akhirnya mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh. Dan kalau kita mau jujur, sebagian dari kita bahkan telah merasakan ruang seolah berputar ketika mereka hendak berbaring ke tempat tidur setelah terlalu banyak minum minuman keras. Rasa pusing tersebut tetap diabaikan oleh mereka yang menyukainya (minuman keras) dan tak ada rasa kapok. Hmmm... siapa ya?  Akan tetapi, beda dengan rasa pusing yang datang tanpa alasan yang jelas. Sekali lagi, itu bukan lelucon dan dapat benar-benar melemahkan. Menurut Meniere Society, vertigo - sensasi yang Anda atau lingkungan sekitar Anda bergerak atau berputar -...

Teori Pernyaian dalam Masyarakat Tionghoa

Gambar
PERNYAIAN DALAM MASYARAKAT TIONGHOA (ADS) Cerita nyai merupakan sebuah jenis cerita dalam bahasa Melayu Rendah yang popular di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, umumnya dikarang oleh orang Indo atau Tionghoa Peranakan. Pernyaian sendiri muncul pada masa kolonial yang dilakukan oleh perempuan pribumi atau Indonesia sebagai cara untuk mempertahankan hidup atau mengadaptasikan diri dengan masa kolonial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan Depdikbud pada tahun 1989 . seorang nyai memiliki kesinoniman dengan gundik dan selir. Baik nyai, gundik maupun selir, dalam KBBI, diartikan sebagai bini gelap, perempuan piaraan, dan istri yang tidak pernah dikawini resmi. Namun, kata ini memiliki konotasinya lain pada zaman kolonial Hindia Belanda . Ketika itu “Nyai” berarti gundik, selir, atau wanita piaraan para pejabat dan serdadu Belanda . Hal tersebut telah terjadi sejak abad 18-an, saat para serdadu Belanda melakukan penjajahan di...

Pola Kebudayaan Suku Bangsa Betawi Masa Lampau

Gambar
Sebagai seorang yang dilahirkan di tanah Betawi, saya merasa perlu memperkenalkan bagaimana pola kehidupan masyarakat betawi itu. Walau saya dilahirkan dan dibesarkan di tanah Betawi, sebenarnya saya memiliki orang tua yang berbeda suku bangsa. Ayah saya seorang yang bersuku bangsa Jawa dan Ibu saya seorang yang bersuku bangsa Betawi asli, tetapi saya mungkin lebih condong kepada suku bangsa Betawi. Walaupun begitu saya tetap menghormati suku-suku bangsa lain yang berada di Indonesia. Dalam tulisan ini saya akan memperkenalkan, pola kehidupan masyarakat Betawi, tetapi hanya terbatas pada sistem kekerabatan, sistem religi, sistem kesenian, dan sistem bahasa. Walaupun saya dibesarkan dan dilahirkan di tanah Betawi, saya tetap merasa belum mengetahui benar bagai mana pola kebudayaan masyarakat Betawi secara terperinci, oleh karena itu mohon dimaklumi bila terdapat kesalahan-kesalahan dalam pemberian informasi. Berikut ini adalah penjelasan tentang pola kebudayaan masyarakat Betawi yang te...

Bahasa Betawi dalam Bahasa Indonesia

Gambar
oleh Nazarudin Berbicara masalah kata serapan dari bahasa Betawi ke dalam bahasa Indonesia memang agak sulit. Hal ini disebabkan identitas bahasa Betawi itu sendiri yang pada eksistensinya sudah tercampur dengan banyak bahasa, baik bahasa Jawa, Sunda, bahkan bahasa Asing lain, seperti Belanda dan Portugis. Salah satu contohnya adalah kata tanjidor dalam bahasa Betawi yang diambil dari bahasa Portugis, sekarang kata ini juga dipakai dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya bahasanya saja yang tercampur, menurut sejarah, suku Betawi sendiri pun merupakan hasil percampuran dari beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia. Komposisi penduduk Jakarta sejak abad ke-17 terdiri dari kelompok etnis yang beragam akibat migrasi dari dalam maupun luar Indonesia (Castles,1967). Castles juga menambahkan bahwa keberagaman suku dan ras di Betawi semakin bertambah sejak Gubernur Batavia pada waktu itu memperbolehkan orang-orang Cina, Banda, Melayu, Bugis, Bali, dan beberapa suku lainnya untuk tinggal di dala...