Postingan

Menampilkan postingan dengan label kreasi

THE LEGEND of RAWA PENING

Gambar
Zaman dahulu kala, di sebuah kampung yang berna Desa Ngasem, hidup seorang wanita bernama Endang Sawitri. Saat itu Endang Sawitri sedang hamil yang  kemudian melahirkan seorang anak yang anehnya. Yang dilahirkan Sawitri bukanlah bayi biasa, melainkan seekor naga yang kemudian diberi nama Baru Klinting. Baru Klinting merupakan naga spesial yang bisa berbicara layaknya manusia. Mereka pun tinggal berdua seperti layaknya manusia. Saat usia Bru Klinting menginjak remaja, rasa keingintahuannya pun terusik. Ia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada ibunya. Dia ingin tahu apakah dia memiliki seorang ayah dan di mana ayahnya berada. Mengejutkan, karena Endang Sawitri menjawab bahwa ayahnya adalah seorang raja, yang sedang bertapa di sebuah goa, di lereng Gunung Telomoyo. Baru Klinting pun ingin bergegas menemui ayahnya, namun ibundanya itu mencegah dan mengatakan bahwa akan tiba saatnya Baru Klinting bisa menemui ayahnya. Baru Klitnting pun patuh pada perintah ibundanya. Hari pen...

Ya Allah, janganlah Kau Goyahkan Hati Kami Setelah Kau BeriPetunjuk

Gambar
ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FID DIINI WA 'AAFIYATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL 'ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI WA ROHMATAN 'INDAL MAUTI WA MAGHFIROTAN BA'DAL MAUTI Artinya : Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. ALLOOHUMMA HAWWIN 'ALAINAA FII SAKARAATIL MAUTI WANNAJAATA MINAN NAARI WAL 'AFWA 'INDAL HISAABI Artinya : Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA'DA IDZ HADAITANAA WAHAB LANAA MIL LADUNKA RAHMA, INNAKA ANTAL WAHHAAB  Artinya : Ya Allah, janganlah Kau goyahkan hati kami setelah Kau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASA...

Ngawur2an Aja Lah

Gambar
tangan lagi gatel... iseng pertama.

hmmm

Gambar
Sekadar iseng corat-coret tanpa persiapan... weeew

Bergantung pada Akar yang Rapuh

Gambar
Ilustrasi: akar dan rumput (Animasi: onemaulana) Brosis pernah dengar pribahasa “Bergantung pada akar yang rapuh”? Pasti pernah dong. Tapi, masih ingat artinya apa nggak nih? Hehehe… saya yakin masih, walapun banyak juga yang mulai lupa. Untuk yang lupa, kita coba ingat lagi yuk. Bergantung pada akar yang rapuh maksudnya apa sih? Siapa yang mau bergantung pada akar yang rapuh? Apakah akar bisa digantungi? Sebenarnya itu pertanyaan saya saat pertama kali mendengar pribahasa itu dan jawaban saya saat itu langsung merujuk pada pohon beringin tua yang diceritakan oleh orang tua saya. Lho, kenapa ke sana? Yup, secara spontan saya membayangkan apa yang diceritakan orang tua saya, ketika ia kecil, yang suka bermain dan bergantung di akar pohon beringin layaknya Tarzan, yang bergantung ke sana ke mari sambil berteriak “Auwoooo”. Coba Brosis pikirkan deh, kalau kita salah memilih akar untuk kita bergantung (dalam hal ini akar tersebut rapuh) apa yang akan terjadi? Akar terputus dan kita jatuh b...

Sastra dalam Realitas Media Massa, Simulacrum

Gambar
ilustrasi: pixabay Kala jagat seni dan media mengalami perubahan yang besar, hakikat sastra (apa  boleh buat), ikut pula berubah seiring dengan perkembangan. Jadi, jika ada pertanyaan "Apakah yang disebut dengan sastra hari ini?" sebaiknya tidak terburu-buru menjawabnya. Sastra tidak lagi bisa dibayangkan sekadar kumpulan kisah atau ungkapan melankolis yang terletak di dalam lembaran-lembaran kertas. Mungkin dua puluh enam tahun silam, Walter Benjamin pernah mengungkapkan sastra merupakan "seni yang direproduksi secara mekanis'. Baginya, berbarengan dengan perkembangan sinema, seni modern telah kehilangan sifat auratiknya. Sineas terkemuka Indonesia, Garin Nugroho, pun pernah mengutarakan pula "televisi adalah sastra rakyat hari ini". Berdasarkan hal tersebut, bisa dieja secara lain, sastra perlu dipahami dalam konteks perkembangan barus seni dan media. Di samping semua itu, ada pertanyaan lain yang cukup mengusik yangni, "disiplin ilmu apa yang mengge...

3D Buatan Sendiri yang Gagal

Gambar
yang ini es-nya nggak kelihatan. yang ini malah airnya yang gak kelihatan. ???? ini cuma pelampiasan ini malah ngasal... susah!! Lagi-lagi saya gagal membuat animasi 3D. Ternyata teramat susah. Untuk mereka yang bisa pasti mereka orang yang luar biasa. Bagi yang sedang belajar, saya doakan semoga kalian menjadi ahli. Tapi jangan lupa bagi-bagi triknya. Untuk yang sudah ahli, bagi-bagi triknya dong. Kenapa kalo ngerender selalu nggak maksimal hasilnya? Apakah karena memang butuh komputer yang berspesifikasi tinggi?

Air Beriak Tanda Tak Dalam, Kecuali "Salesman"

Gambar
Ilustrasi: onemaulana.blogspot.co.id  Mungkin kita pernah dengar pepatah yang mengatakan "air beriak tanda tak dalam" atau sebaliknya "air tenang menghanyutkan". Saya rasa semuanya pernah mendengar, sebab pepatahan tersebut sudah diajari guru-guru kita yang melanjutkan guru-guru mereka. Yup, turun-temurun kita diajari pepatah itu. Kita semua juga tentunya mengetahui maksud tersirat dari kedua pepatah itu, yang mana nilai rasa dari masing-masing pepatah berkebalikan dengan kenyataan dalam kehidupan nyata. Tapi kenapa bisa seperti itu dan Pernahkah Anda mempertanyakannya? Sebelum menjawab, baiknya kita ulas dahulu pepatah tersebut satu per satu. Menurut wikiquote peribahasa atau pepatah Air Beriak Tanda Tak Dalam memiliki arti tersirat; (1) orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu dan (2) orang yang terlalu banyak berbicara adalah orang yang tidak terlalu paham masalah pembicaraannya. Sementara itu, pribahasa atau pepatah air yang tenang menghanyutkan memiliki ...

Jangan, Jangan Kau Ingat!

Gambar
Seksinya dunia pernah kita lalui dengan senyum dan gairah Panas yang membakar justru membuat kita semakin menikmatinya Meski perlahan, kita lintasi liukan dunia dan embusan napasnya yang beraroma Dingin yang membeku menjadi tempat kita menyalakan api Sribu jarum yang menusuk dari langit, kita lalui dengan menggigil tapi dengan hati yang hangat Tak peduli jurang Tak peduli sungai yang dalam Tak peduli kerikil tajam Kita tetap tapaki, lalui, dan terjang Kau ingat itu? Tidak, kurasa tidak. Aku hanya coba untuk mengatakannya, itu saja. Tak perlu juga kau berusaha mengingatnya jika hanya untuk mencoba menyenangkanku Ingatkah kau saat terjatuh? Menangis di pelukanku seolah seksinya dunia sekejap hilang di hadapanmu Kau tahu, ketika itu hatiku teriris Pedang pun seolah menghujam jantungku tepat setelah air matamu terjatuh Aku kuatkan diri dan menampar pipimu Agar kau terbangun dari mimpi buruk itu Kau ingat itu? Jangan, jangan kau ingat. Tak ada yang perlu diingat dari cerita usang itu Kau ki...

"Liga DKI Satu 2017"

Gambar
Ilustrasi: AKARARASKAR Kira-kira siapa yang menang? Apakah Tim A sebagai juara bertahan atau Tim H, Tim S, atau Tim Y, sebagai penantang. Seperttinya bakal heboh, sebab aroma persaingan semakin kencang diiringi suhu yang perlahan meningkat akhir-akhir ini. Kalau tidak tertutup berita heboh lain mungkin menjadi sajian paling laris. BTW, semoga tetap damai dan yang terbaik yang menjadi jawaranya demi DKI tercinta. 

Kutunggu Bidadari di Antara Redupnya Mentari (Lanjutan Dua)

Gambar
Lentera menyala perlahan, lalu kupadamkan dengan tiupan. Kunyalakan kembali agar dapat menikmati sinarnya yang perlahan merambat ke seluruh ruang, lalu kembali kupadamkan dengan tiupan. Setelah itu, aku diam. Menunggu, terpaku, menatap langit yang hari ini menyajikan bintang sebagai hidangan. Pendar-pendar bintang terasa berbeda-beda tiap detiknya. Merah, biru, hijau, putih, dan semakin memfokuskan mata untuk melihatnya semakin jelas perubaha-perubahan itu. "Sungguh luar biasa ia. Di tengah gelapnya angkasa mampu memberikan sinarnya yang begitu indah meski hanya setitik. Mampu menunjukkan identitasnya, meski belum pernah dijamah, bahkan teramat jauh dari tangan-tangan kotor manusia yang penuh lumpur. Seperti aku ini. Ya, aku lumpur." Terdengar beberapa gadis kecil berkeliaran di luar sana, tertawa, bercengkrama, menunjukkan kegenitan mereka yang mulai tumbuh seiring dengan mulainya masa remaja mereka. Padahal, ketika aku sudah mengenal indahnya bunga, mereka masih ingusan. Na...

Lanjutan: Kutunggu Bidadari di Antara Redupnya Mentari

Gambar
Bidadari yang kutunggu di tengah malam dan hujan ternyata tak kunjung datang. Padahal aku telah memberikan sisa harapan yang kumiliki saat ini. Harapan terakhir yang kujaga dan kulindungi selama ini, cermin yang berisikan semangat. Tapi kini kembali pecah setelah lama aku mencoba menambal dan merangkainnya satu demi satu agara kembali menjadi utuh. Demikian pula dengan angan, telah bercecer di tanah becek malam ini. Aku pasarah, diam, dan termenung. "Mungkin dalam perjalanannya ia telah bertemu sinar yang indah, yang kemudian menarik perhatiannya untuk singgah. Di antara sinar itu, terlihatlah semua kemanisan yang menggoda hingga akhirnya menyisakan aku dalam kelupaan. Ruang di ujung lorong di mana kalbu perlahan menempa batu-batu kokoh untuk dimusnahkan," kataku dalam hati. "Dan di sana pula suara-suara sumbang telah membunuh sosok diriku yang hadir dalam bayangannya, lalu menggantinya dengan sosok yang diinginkan suara sumbang itu. Yup, dengan begitu, aku pun mati dala...

Kutunggu Bidadari di Antara Redupnya Mentari

Gambar
Ilustrasi (IST/Irwan) Hari ini langit menghitam saat bulan menyatu dengan matahri, disaksikan ribuan pasangan yang turut mengabadikan kebahagiaan mereka. Semilir angina membelai mereka dengan lebut diiringi sinar yang perlahan meredup. Sementara itu, aku diam, terdiam, terbaring dalam ruang gelapku sendiri. Menerawang, mengkhayal, dan mendsuta. Semua tentang seandainya, seumpama, sekiranya, dan jika. Ya, hidup terantai dengan kata-kata itu, yang mengekang, memasung, juga memenjarakan raga ini hingga tak bergerak dan rapuh. Jika aku adalah pohon, aku adalah pohon tua yang tak memiliki daun. Kering dan mudah patah, tetapi tetap mecoba melawan badai dan terik matahari. Jika aku adalah angin, maka adalah angina lain yang selalu datang pada malam hari, lari pergi ketikan mentari kembali bersinar. Hidupku memang penuh kegelapan, tanpa lentera dan tanpa lilin. Hanya setitik cahaya di ujung cakrawala yang membuatku merasa tenang, angkuh, kaku, dan penuh kepura-puraan. Aku pura-pura untuk tidak...

Sekalian ah....!! HEEEE

Gambar
 

Iseng

Gambar
Coba buat menggunakan blender animasi 3D. Untuk hasilnya masih harus belajar banyak. Mungkin ada yang mau ngasih tutorial. Hehehe

Alabama Jadi Tempat Pemakaman Sang Satrawati Dunia, Harper Lee

Gambar
Alabama Jadi Tempat Pemakaman Sang Satrawati Dunia, Harper Lee Sastrawati dunia Harper Lee yang nyaris tertutup dari publikasi setelah karya sastra klasik Amerikanya berjudul "To Kill a Mockingbird" terbit pada 1960, dikebumikan di tempat peristirahatan terakhirnya Sabtu waktu setempat dalam upacara pemakaman keluarga di sebuah gereja di kota kelahirannya di negara bagian Alabama. Upacara pemakaman berlangsung hanya satu hari setelah pengacara Lee mengabarkan sastrawati besar tersebut meninggal dunia dalam keadaan tertidur pada Jumat lalu di usianya yang ke-89 tahun di Kota Monroeville. Pemakaman yang dihadiri keluarga besar dan para sahabat Lee itu berlangsung di Gereja First United Methodist di Monroeville di mana profesor emeritus Universitas Auburn Wayne Flynt menyampaikan eulogi, kata pengacara Lee, Tonja Carter. Pujangga besar yang setelah kematiannya mendapat berbagai pujian dari tokoh-tokoh terkenal seperti Oprah Winfrey dan mantan Presiden George W. Bush tersebut dik...

Everyting I See

Gambar
Setiap manusia bisa melihat yang terlihat Setiap manusia bisa berjalan dan melalui perjalannya Setiap manusia bisa bergerak sesuai dengan gerakannya masing-masing Setiap manusia bisa pun belajar setinggi apa pun  Tetapi, Tidak semua manusia bisa melihat apa yang bisa dilihat orang lain Ketika yang satu melihat, belumlah tentu yang lain dapat melihatnya Batas penglihatan manusia adalah dirinya sendiri dan bagaimana dia bisa menjangkau kepala, punggung, dan ruang yang berada di belakangnya Tidak semua manusia juga dapat berjalan persis sama Yang satu pasti akan berbeda dengan yang lain Meski dengan dua kaki yang sama, tetapi masing-masing memiliki langkah-langkah berbeda Sebab dalam diri, ada tujuan dan keinginan yang berbeda Batas kemampuan manusia untuk melangkah adalah dirinya sendiri dan bagaimana dia bisa menjangkau kepala, punggung, dan ruang yang berada di belakangnya Tidak semua manusia dapat bergerak serupa meski alat yang digunakan adalah sama Ketika yang satu bergerak yang...

CLOSE – START – SHUT DOWN

Gambar
Di dunia ini hanya ada dua wanita yang pernah mengisi hidupku, tentunya selain ibu. Yang pertama kujuluki “pemenang kecil”. Tak memiliki tubuh sintal bak gitar Spanyol atau bibir merekah seperti Angelina Jolie, tetapi pemenang kecil telah menjadi pemenang dengan mengalahkan kebekuan hatiku. Yang kedua kujuluki “jambu” karena hidungnya yang menggambarkan kekahasan wanita Indonesia. Tubuhnya memang sintal dan sungguh memesona, tetapi “jambu” tak pernah bisa mengalahkan hatiku. Ia seperti buah yang hanya nikmat ketika dalam mulutku. Setelah bertahun-tahun dari semua itu, hatiku kembali beku. Sampai saat ini, ketika usiaku memasuki angka tiga, tetap tidak ada wanita yang mencairkan dinding es yang kian hari kian menebal di hatiku. Pernah, sekira tahun lalu aku bersama dengan seorang wanita. Wajahnya tak secantik mentari, tetapi ia sangat mirip dengan “pemenang kecil” dan “jambu” jika mereka disatukan. Sempat pula berharap bahwa mungkin ia yang akan dapat mencairkan hati ini. Tetapi aku sa...

MALING

Gambar
(Setting tempat halaman rumah di sebuah kampung. Waktu malam hari. Dari luar terdengar suara gaduh derap langkah orang berlari sambil berteriak maling diiringi musik pembuka. Lampu fade in. Seorang Maling masuk, panik. Kemudian ia menyembunyikan bungkusan curiannya di semak-semak. Kemudian ia berlari sembunyi. Lalu warga masuk panggung berlari dari salah satu sisi dan langsung keluar di sisi yang lain. Kemudian mereka kembali sambil mencari-cari.) Erte                 : Cari sampai dapet! Tadi larinye ke arah sini. Mbak Suti        : Tapi kok  ng ilang, Pak. Erte                 : Ya kalau begitu pasti ada di sekitar sini. Nggak mungkin jauh.  Begini aja, kita berpencar. Bang Dudi       : Aduh, Pak, capek. Erte          ...