oleh Nazarudin Berbicara masalah kata serapan dari bahasa Betawi ke dalam bahasa Indonesia memang agak sulit. Hal ini disebabkan identitas bahasa Betawi itu sendiri yang pada eksistensinya sudah tercampur dengan banyak bahasa, baik bahasa Jawa, Sunda, bahkan bahasa Asing lain, seperti Belanda dan Portugis. Salah satu contohnya adalah kata tanjidor dalam bahasa Betawi yang diambil dari bahasa Portugis, sekarang kata ini juga dipakai dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya bahasanya saja yang tercampur, menurut sejarah, suku Betawi sendiri pun merupakan hasil percampuran dari beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia. Komposisi penduduk Jakarta sejak abad ke-17 terdiri dari kelompok etnis yang beragam akibat migrasi dari dalam maupun luar Indonesia (Castles,1967). Castles juga menambahkan bahwa keberagaman suku dan ras di Betawi semakin bertambah sejak Gubernur Batavia pada waktu itu memperbolehkan orang-orang Cina, Banda, Melayu, Bugis, Bali, dan beberapa suku lainnya untuk tinggal di dala...
B UAH yang dikenal dengan nama ilmiah Diospyros kaki L , atau oriental persimmon (Inggris), dan shi (China), serta Kaki (Jepang) memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah hebatnya dari buah apel. Bahkan untuk kandungan zat tertentu, kesemek menjadi juaranya. Perlu diketahui bahwa sebutir kesemek memiliki kandungan serat dua kali lebih banyak dibandingksn sebutir apel. Berdasarkan riset lebih lanjut, diketahui bahwa terkandung banyak zat kimia berguna dalam buah kesemek. Di antaranya terdapat senyawa-senyawa antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker, selain itu juga dapat menghambat proses penuaan dini. Dengan mengonsumsi sebutir kesemek tiap hari juga dapat membantu mencegah pengerasan pembuluh darah, karena kesemek mampu menjaga tekanan darah agar tidak melewati ambang batas normal. Dengan terpeliharanya kelenturan pembuluh darah dan stabilnya tekanan darah, secara tidak langsung kesehatan jantung juga akan terpelihara. Kandungan buah kesemek, yaitu : 19,6% karbohidrat, te...
Gugup Berpotensi Rusak Kesehatan Menggigit jari, memutar/menari rambut, menggelengkan kepala, menyentuh wajah, dan lain sebagainya dapat merugikan. P ARA ahli kesehatan mengatakan kebiasaan orang saat gugup dapat merusak kesehatan. Kegiatan yang identik saat orang dalam keadaan gugup, seperti menggigit jari, memutar/menari rambut, menggelengkan kepala, menyentuh wajah, dan lain sebagainya dapat merugikan. Berikut sepuluh kebiasaan yang tercatat dapat merugikan seperti dilansir Health.com ; 1. Menggigit Jari Kebiasaan menggigit jari dapat merusak kuku dan lambat laun juga dapat merusak kulit di sekitar kuku. Kuman dari kuku pun dapat berpindah ke mulut dan sebaliknya. Kuman yang masuk ke dalam mulut manusia dapat menyebabkan terjadinya infeksi tenggorokan atau gusi gusi. 2. Memutar-mutar dan Menarik Rambut Memutar-mutar rambut dengan jari merupakan kebiasaan yang merugikan, kuhusunya bagi wanita karena dapat merusak akar rambut. Hal ini dapat memicu kerontokan...
Komentar
Posting Komentar